Semalam, habis belajar ngaji sama ustaz di masjid a yani
TMB, tepat depanya Pens. Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diselenggarakan setiap
malam kamis, peserta sih terserah, banyak orang tua dan mahasiswa pens sendiri.
Pengajiannya seperti pada umumnya, peserta membuka dan mempelajari Al-Qur’an
yang disediakan panitia masjid. Peserta juga mendapat jajan ala kadarnya juga
minuman air kemasan. Udah lanjut ke topic :
Tawasul adalah berdo’a kepada Allah SWT melalui suatu
perantara. Perantara yang dibenarkan Al-Qur’an ada 3 macam :
Pertama, tawasul dengan Amal sholeh pemohon. Hal ini di
kuatkan oleh suroh Ali Imron ayat 15 kalau tidak salah. Dan juga ada hadist
sahih nabi yang menyebutkan tentang tawasu menggunakan amal sholeh. Hadist ini
tentang 3 orang yang bersembunyi di dalam gua, lalu tiba-tiba pintu gua
tertutup batu besar sepenuhnya. 1 orang pertama memohon agar pintu dibukakan
dengan bertawasul menggunakan amal sholehnya berupa baktinya kepada orang
tuanya. Lalu pintu terbuka sedikit, tapi masih belum bisa dilewati. Orang kedua
juga bertawasul menggunakan amal sholehnya agar pintu dibukakan, orang kedua
ini bertawasul dengan menyebutkan amal sholeh berupa membatalkan berzinanya
karena takutnya dia kepada Allah ketika ingin berzina. Lalu pintu terbuka
sedikit, tapi masih belum bisa di lewati. Orang ketiga, juga bertawasul
menggunakan amal sholehnya, orang ketiga ini menyebutkan amal sholehnya yaitu
betapa amanahnya dia waktu menjaga gaji karyawannya, malah dikembangkan tanpa
meminta upah sedikitpun. Akhirnya pintu terbuka sedikit lagi, dan 3 orang
tersebut mampu keluar dari gua. Dari hal ini bertawasul menggunakan amal sholeh
diperbolehkan.
Kedua, bertawasul menggunakan Asmaul Husna ( nama – nama baik
Allah), bertawasul menggunakan asmaul husna diperbolehkan dan di anjurkan. Mengenai
surah nya adalah surah kelima, Al –Maidah, mengenai ayatnya adalah ayat-ayat
terakhir, 180 an.. hehe sedikit lupa. Dari pengajian, bertawasul dengan cara
ini contohnya : misalkan kita meminta agar orang – orang sayang kepada kita,
maka doanya contohnya seperti berikut : ya Allah, Ya Rahman, ya Rahimm,
lunakkan lah mereka, baikkanlah mereka, agar mereka mengasihi dan menyayangiku. Begitu juga saat kita bermohon rezeki melimpah
: ya Allah, Yang Maha Kaya, aku memohon kemudahan mendapatkan rezeki yang halal
dan melimpah. Seperti itulah caranya. Ada
juga yang menggunakan asmaul Husna untuk bertawasul dengan cara berdzikir
terlebih dahulu sekali maupun berulang kali, hal ini juga dibenarkan. Tapi yang
tidak dibenarkan adalah, berdzikir dengan asmaul husna dengan jumlah tertentu,
pada hari tertentu, untuk hajat tertentu(khusus dari khusus), hal tersebut
tidak dibenarkan.
Ketiga adalah bertawasul kepada orang sholeh saat beliau hidup. Bertawasul dengan cara
ini juga dibenarkan. Menurut hadist, banyak sahabat yang setiap waktu meminta
di doakan nabi. Contohnya abu Thalhah, yang minta didoakan supaya punya harta
dan keturunan, lalu nabi Muhammad pun mendoakan, dan abu thalhah memiliki harta
melimpah dan cucu yang mencapai seratus orang, lalu ada lagi seorang badui,
yang meminta di doakan agar hujan di daerahnya turun karena sudah kemarau
panjang. Lalu rasulAllah pun mendoakan dan hujan turun terus. Hal ini dibenarkan.
Yang tidak dibenarkan adalah bertawasul kepada orang sholeh yang telah
meninggal, sungguh tidak dibenarkan. Dan juga bertawasul melalui cara ini
adalah dengan bertemu dengan orang sholeh tersebut, atau dengan perbincangan
walau tanpa tatap muka ( telepon ) maupun dengan email. Tidak dibenarkan
bertawasul kepada orang sholeh yang masih hidup tapi orang sholeh tersebut
tidak mengetahuinya.
Banyak ilmu yang mampu dipelajari dari pengajian tersebut,
semoga bisa istiqomah mengikutinya. Aaamiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar