Rabu, 31 Oktober 2012

hasil ngaji : Tawasul



      Semalam, habis belajar ngaji sama ustaz di masjid a yani TMB, tepat depanya Pens. Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diselenggarakan setiap malam kamis, peserta sih terserah, banyak orang tua dan mahasiswa pens sendiri. Pengajiannya seperti pada umumnya, peserta membuka dan mempelajari Al-Qur’an yang disediakan panitia masjid. Peserta juga mendapat jajan ala kadarnya juga minuman air kemasan. Udah lanjut ke topic :

Tawasul adalah berdo’a kepada Allah SWT melalui suatu perantara. Perantara yang dibenarkan Al-Qur’an ada 3 macam :
    Pertama, tawasul dengan Amal sholeh pemohon. Hal ini di kuatkan oleh suroh Ali Imron ayat 15 kalau tidak salah. Dan juga ada hadist sahih nabi yang menyebutkan tentang tawasu menggunakan amal sholeh. Hadist ini tentang 3 orang yang bersembunyi di dalam gua, lalu tiba-tiba pintu gua tertutup batu besar sepenuhnya. 1 orang pertama memohon agar pintu dibukakan dengan bertawasul menggunakan amal sholehnya berupa baktinya kepada orang tuanya. Lalu pintu terbuka sedikit, tapi masih belum bisa dilewati. Orang kedua juga bertawasul menggunakan amal sholehnya agar pintu dibukakan, orang kedua ini bertawasul dengan menyebutkan amal sholeh berupa membatalkan berzinanya karena takutnya dia kepada Allah ketika ingin berzina. Lalu pintu terbuka sedikit, tapi masih belum bisa di lewati. Orang ketiga, juga bertawasul menggunakan amal sholehnya, orang ketiga ini menyebutkan amal sholehnya yaitu betapa amanahnya dia waktu menjaga gaji karyawannya, malah dikembangkan tanpa meminta upah sedikitpun. Akhirnya pintu terbuka sedikit lagi, dan 3 orang tersebut mampu keluar dari gua. Dari hal ini bertawasul menggunakan amal sholeh diperbolehkan.
    Kedua, bertawasul menggunakan Asmaul Husna ( nama – nama baik Allah), bertawasul menggunakan asmaul husna diperbolehkan dan di anjurkan. Mengenai surah nya adalah surah kelima, Al –Maidah, mengenai ayatnya adalah ayat-ayat terakhir, 180 an.. hehe sedikit lupa. Dari pengajian, bertawasul dengan cara ini contohnya : misalkan kita meminta agar orang – orang sayang kepada kita, maka doanya contohnya seperti berikut : ya Allah, Ya Rahman, ya Rahimm, lunakkan lah mereka, baikkanlah mereka, agar mereka mengasihi dan menyayangiku.  Begitu juga saat kita bermohon rezeki melimpah : ya Allah, Yang Maha Kaya, aku memohon kemudahan mendapatkan rezeki yang halal dan melimpah. Seperti itulah caranya.  Ada juga yang menggunakan asmaul Husna untuk bertawasul dengan cara berdzikir terlebih dahulu sekali maupun berulang kali, hal ini juga dibenarkan. Tapi yang tidak dibenarkan adalah, berdzikir dengan asmaul husna dengan jumlah tertentu, pada hari tertentu, untuk hajat tertentu(khusus dari khusus), hal tersebut tidak dibenarkan.
     Ketiga adalah bertawasul kepada orang sholeh saat beliau hidup. Bertawasul dengan cara ini juga dibenarkan. Menurut hadist, banyak sahabat yang setiap waktu meminta di doakan nabi. Contohnya abu Thalhah, yang minta didoakan supaya punya harta dan keturunan, lalu nabi Muhammad pun mendoakan, dan abu thalhah memiliki harta melimpah dan cucu yang mencapai seratus orang, lalu ada lagi seorang badui, yang meminta di doakan agar hujan di daerahnya turun karena sudah kemarau panjang. Lalu rasulAllah pun mendoakan dan hujan turun terus. Hal ini dibenarkan. Yang tidak dibenarkan adalah bertawasul kepada orang sholeh yang telah meninggal, sungguh tidak dibenarkan. Dan juga bertawasul melalui cara ini adalah dengan bertemu dengan orang sholeh tersebut, atau dengan perbincangan walau tanpa tatap muka ( telepon ) maupun dengan email. Tidak dibenarkan bertawasul kepada orang sholeh yang masih hidup tapi orang sholeh tersebut tidak mengetahuinya.


   Banyak ilmu yang mampu dipelajari dari pengajian tersebut, semoga bisa istiqomah mengikutinya. Aaamiiin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar