Aku tidak tahu Tuhan, entah sampai kapan... harus minum obat asma setiap hari. Kadang di pagi buta, kadang di siang bolong maupun di malam pekat. Dan kebiasaan ini telah kumulai sejak kelas 3 SD, ah susah Tuhan, untuk berhenti sejenak, sejenak saja tidak minum obat ini, sejenak saja untuk hidup tanpa obat. Tapi mau gimanalagi Tuhan, memang itu takdir yang harus saya jalani.
Dan hal tersebutlah Tuhan, yang mendorong saya untuk menjauhi wanita, bahkan memperkecil jumlah orang yang menyayangi saya.. saya tahu ini menyakitkan. Tapi akan lebih menyakitkan lagi jika mereka menanggung beban yang seharusnya dapat mereka hindari, merawat saya. Saya tahu Tuhan konsekuensi yang nantinya harus saya bayar, konsekuensi atas kesehatan semu yang tertunjang oleh pil dan kapsul ini. Saya tahu Tuhan
bahaya yang akan terjadi, paru-paru, TBC,jantung dan gagal ginjal. Dtambah lagi beberapa penyakit bawaan dari diri ini, asma, typus, maag, dan mirain yang selalu kumat tiap beberapa minggu. Makanya Tuhan, saya memutuskan, saya g ingin ada seseorang atau beberapa wanita yang bukan keluarga saya yang ingin menanggung beban ini, saya g mau menambah jumlah orang yang menyayangi saya, untuk akhirnya menanggung beban ini, sendiri itu menurut saya lebih baik...
Tapi Tuhan, mungkin kesendirian ini akan saya akhiri nanti, saat saya merasa diri saya benar-benar fit dan sehat, berupa juarang kumat, rajin olahraga serta menerapkan pola hidup sehat. Tapi itu nanti Tuhan setelah saya mendapatwaktu yang tepat, waktu yang agak free dari waktu-waktu kini. Waktu-waktu dimana saya bisa merasakan waktu tubuh saya, waktu dimana saya terbebas dari rutinitas terpaksa, seperti kerja dan kerja. Makanya Tuhan, sejak muda seperti sekarang, saya mengusahakan untuk menabung, berinvestasi, dan semoga hal ini menjadi indah pada akhirnya, Amien....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar