Sesuai syariat bahwa tiap hari raya idul adha sampai hari tasrik ke 3 maka adalah saat menyembelih daging kurban dan membagikannya secara rata. Ya yang tua-muda, kaya miskin, wanita laki-laki, tiap rumah tangga pokoknya kebagian porsi yang sama. Mengenai porsi tiap tahun pasti beda-beda, tergantung dengan jumlah hewan kurban yang disembelih. Tahun ini, kami menerima daging kurban yang lebih banyak dibanding tahun lalu, mungkin karena hewan kurbannya bertambah. Tidak seperti di kota yang jumlah daging korbannya bisa mencapai kiloan, kalau di desa dapat 200 gr aja sudah terlalu wah.
Akhirnya hasil perolehan daging korban tersebut, dibuat sate oleh ibu dan haning. Ya lumayan lah dapat sekitar 35-40 tusuk (soalnya g ngerti berapa jumlah pastinya ). Dan waktu yang penting ketika waktu membakar sate, saya berhalangan karena ketiduran di rumahnya cak zin...hehe
Meskipun g ikut berkontribusi, tapi senang bisa ikut menikmati sate tersebut, nyam,,,nyam. Tapi entah kenapa, setelah makan sate mengalami gejala yang sama seperti orang darah tinggi, badan lemas, kepingin
tidur (g tau gejala darah tinggi atau tidak??). hal tersebut berulang lagi ketikan dinner (cie...dinner), setelah makan malam langsung ngantuk...dan tidur..bangun2 jam 3 pagi..lalu sholat isya’...wakakakak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar