Kamis, 19 Juli 2012

Ditinggalkan atau tertinggal?



         Uwa, saya tidak lulus sendiri. aduh betapa kecewa, betapa malu sama bunda... kalau sama yang lain gpp, tapi kalau sama bunda, aduh bunda, maafkan anakmu yang bodoh dan tolol ini. tapi saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk lulus tepat waktu. sorry.. :( :( :( :(.
Ehm, sebenarnya saya ditinggalkan ata tertinggal ya ? Sebuah pertanyaan yang sulit terjawab. Kadang aku merasa ditinggalkan teman – teman seperjuangan, meka 08. Tapi, kalau melihat dari berbagai sisi, serasa tidak adil jika aku berkata bahwa aku ditinggalkan teman – teman seangkatan, meskipun ada beberapa yang benar – benar tidak perduli dan meninggalkan. Sebenarnya mereka tidak salah, dan saya juga tidak salah. Sebenarnya waktu pun tidak salah, dosen pun tidak salah. Sebenarnya pula, takdir ini tidaklah salah, emang sudah jalannya begini. Yang salah adalah cara saya menyikapi suatu keadaan ini, memang susah kalau belum dewasa L . mau nyalahin teman, mereka g salah kok. Wajar dan sangat umum jika mereka mengurusi masalah mereka terlebih dahulu dikarenakan waktu yang sempit. Wajar jika saya memohon – mohon bantuan mereka, karena saya memang butuh. Dan wajar pula mereka belum mau membantu, karena sibuk akan urusan masing – masing. Semua serba wajar bila disikapi dengan kepala dingin. Sangat wajar sekali.
Masalah ditinggalkan atau tertinggal? Ini hanya masalah pemikiran semata kok. Mereka ( teman – teman ) pasti inginnya membantu, mereka g mau teman mereka tertinggal, tapi apa daya, sampai disini batas kemampuan kita. Hehe, tetap istiqomah dan berbaik sangka sama Allah SWT, pasti bukan hanya ada, tapi banyak hikmah dan pelajaran yang mampu kita (saya) peroleh.semangatttttttt....
“sebenarnya kalian tidak meninggalkanku, tapi aku yang berjalan lambat, sehingga tertinggal terus dengan kalian”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar