Sabtu, 23 Februari 2013

Yang Universal Manfaatnya



Kadang sering kali terpikirkan dalam otak, tentang ibadah – ibadah universal dari agama Islam, hem, wajar berfikir seperti ini, karena kalau ditinjau dari awal, Islam itu agama rahmatan alamin ( rahmat bagi semua ). Alamin itu berarti semua tak terkecuali. Mungkin konsep alamin ini ditafsirkan  untuk semua tanpa harus mengikuti Islam. Dan konsep dasar ini pula yang mendorong  cak nun, seorang cendikiawan muslim,dalam tiap-tiap pengajiannya memperbolehkan semua orang dari berbagai kalangan agama dan kepercayaan untuk mengikutinya bukan hanya untuk orang islam saja. Islam sendiri kalau diartikan berarti pasrah, pasrah akan ketentuan Allah SWT. Pasrah memenuhi segala perintah Allah, dan tidak melaksanakan segala larangan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Perintah – Perintah Allah itu berupa Ibadah, petunjuk, anjuran agar manusia selamat. Dan larangan-larangan nya itu termasuk petunjuk juga, agar manusia tidak terjerumus dalam perbuatan dosa, tercela, merusak yang menjurus ke neraka.

Mengenai Ibadah, banyak sekali ibadah yang diwajibkan, disunnahkan, dan dianjurkan dalam Islam. Zakat, puasa, ibadah haji, sholat termasuk ibadah wajib. Sedekah, wakof, puasa sunnah, sholat sunnah yang puluhan jumlahnya, umroh termasuk ibadah sunnah. Lantas, ibadah yang dianjurkan termasuk dzikir, membaca sholawat, tilawah al-qur’an dll. Lantas, kadang terpikir ada tidak ibadah-ibadah tersebut yang bila dilaksanakan pada umat agama lain, tanpa harus percaya pada Allah, bermanfaat juga? Untuk menjawab pertanyaan ini, kembali ke konsep Islam yang mencakup Ibadah didalamnya, Kembali ke Sifat Allah SWT Arrahman Arrahim. Sifat Allah salah satunya adalah Yang Maha Menyayangi dan Yang Maha Mengasihi. Kasih-Nya untuk semua makhluk-Nya, dan Cinta-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa Kepada-Nya. Sehingga, Sifat kasih-Nya tidak pandang bulu, kesemua, seperti konsep agama islam. Sangat mungkin, bahkan memang banyak ibadah dalam Islam yang bersifat universal. Efek ibadahnya sama kesemua makhluk, Cuma bedanya, antara makhluk yang beriman dan kafir, balasannya. Kalau hamba-hamba-Nya yang beriman, akan dibalas di dunia dan di Akhirat, sedangkan yang tidak beriman hanya akan terbalas didunia saja. Pernah ada suatu hadist yang membedakan orang Islam dan selain islam dari ibadahnya, yang berbeda hanyalah sholat. Sehingga ibadah-ibadah selainnya juga diamalkan pemeluk agama dan kepercayaan lain. Puasa, haji, zakat, shodaqoh, dzikir, dll mungkin diamalkan juga, siapa tahu?

Contoh ibadah universal yang pertama yaitu Shodaqoh. Shodaqoh atau arti umumnya memberikan barang berupa barang dhohir ( tampak ) dan bathin ( tak tampak ) darinya untuk orang lain. Memberi harta, tenaga, makanan, ilmu, nasehat,  kepunyaan seseorang kepada orang lain baik mengharap maupun tidak. Shodaqoh dalam islam sangat disunnahkan dan dianjurkan. Bahkan kadang hukumnya menjadi wajib ketika kita punya sesuatu yang berguna, dan lingkungan sangat membutuhkan hal itu. Shodaqoh yang dilakukan non muslim pun memberi manfaat seperti yang dilakukan muslim.salah satunya mereka menjadi bahagia setelah memberi, sama. Mereka menjadi lancar rezeki dan bertambah, sama. Mereka mendapat balas di dunia sama atau berkali-kali lipat digandakan. Semua itu merupakan bukti bahwa sedekah itu berlaku universal. Contoh kedua adalah puasa, puasa yang dilakukan kaum muslim itu rata2 14 jam dari imsya’ sampai magrib. Dibeberapa agama, puasa kadang sehari penuh, ada yang setengah hari, ada kepercayaan tertentu, puasanya sama waktunya, hanya makanannya tertentu, ada puasa tidak bersikap ( diam ), ada yang makannya sedikit sekali, dan minumnya biasa. Disadari atau tidak, puasa itu menyehatkan. Saat puasa detoksifikasi berjalan lancar bahkan lebih dibanding hari-hari biasa. Saat puasa juga, organ-organ tubuh beristirahat. Puasa melatih mental, khususnya keperdulian, lewat puasa kita akan ikut merasakan beban orang yang tidak punya, yang sehari kadang makan dan tidak. Dan manfaat puasa itu bila diseriusi, doa kita akan mudah terkabul. Dalam islam disebutkan ada 3 orang yang doanya tidak tertolak : 1. Orang yang dianiaya, 2. Orang yang puasa, 3. Doa ibu kepada anaknya. Saya rasa ketentuan itu berlaku umum, tidak khusus. Bukan orang yg dianiaya yang islam, atau orang yang puasa yang islam. Cukup puasa, cukup dianiaya. Orang jaman dahulu, yang kepercayaannya animisme dan dinamisme yang kerap puasa, tirakat sehari-hari, doanya manjur, meskipun itu kadang doa kutukan, doa-doa mereka manjur, sehat-sehat, dan kadang beberapa diantara mereka sakti. Itu menandakan bahwa puasa manfaatnya berlaku umum. Ketiga, mungkin disadari atau tidak, adalah Dzikir. Mengingat Allah, dengan menyebutkan nama – namanya. Masalahnya Gusti Allah memiliki nama – nama buanyak selain asmaul husna. Nama-nama Allah itu juga berbeda – beda di agama – agama samawi yang lain. Dan kadang agama – agama bumi meniru agama samawi. Sehingga tak heran kadang orang dengan kepercayaan lain, menyebutkan nama yang identik atau berbeda yang artinya sama. Manfaat dzikir, salah satunya adalah doanya manjur. Orang-orang kepercayaan lain juga mengamalkan dzikirnya sendiri, dan doa – doa mereka juga manjur sama kayak kita.  Yah kurang lebih begitulah, dilain kesempatan saya akan menguraikannya lagi. Bahasa tata tulis saya masih jelek banget, kapan2 kalo udah bagus tulisan ini saya perbaiki dan saya tambahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar