Kadang sering
kali terpikirkan dalam otak, tentang ibadah – ibadah universal dari agama
Islam, hem, wajar berfikir seperti ini, karena kalau ditinjau dari awal, Islam
itu agama rahmatan alamin ( rahmat bagi semua ). Alamin itu berarti semua tak
terkecuali. Mungkin konsep alamin ini ditafsirkan untuk semua tanpa harus mengikuti Islam. Dan
konsep dasar ini pula yang mendorong cak
nun, seorang cendikiawan muslim,dalam tiap-tiap pengajiannya memperbolehkan
semua orang dari berbagai kalangan agama dan kepercayaan untuk mengikutinya
bukan hanya untuk orang islam saja. Islam sendiri kalau diartikan berarti
pasrah, pasrah akan ketentuan Allah SWT. Pasrah memenuhi segala perintah Allah,
dan tidak melaksanakan segala larangan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Perintah – Perintah
Allah itu berupa Ibadah, petunjuk, anjuran agar manusia selamat. Dan
larangan-larangan nya itu termasuk petunjuk juga, agar manusia tidak terjerumus
dalam perbuatan dosa, tercela, merusak yang menjurus ke neraka.
Mengenai
Ibadah, banyak sekali ibadah yang diwajibkan, disunnahkan, dan dianjurkan dalam
Islam. Zakat, puasa, ibadah haji, sholat termasuk ibadah wajib. Sedekah, wakof,
puasa sunnah, sholat sunnah yang puluhan jumlahnya, umroh termasuk ibadah
sunnah. Lantas, ibadah yang dianjurkan termasuk dzikir, membaca sholawat,
tilawah al-qur’an dll. Lantas, kadang terpikir ada tidak ibadah-ibadah tersebut
yang bila dilaksanakan pada umat agama lain, tanpa harus percaya pada Allah,
bermanfaat juga? Untuk menjawab pertanyaan ini, kembali ke konsep Islam yang
mencakup Ibadah didalamnya, Kembali ke Sifat Allah SWT Arrahman Arrahim. Sifat
Allah salah satunya adalah Yang Maha Menyayangi dan Yang Maha Mengasihi.
Kasih-Nya untuk semua makhluk-Nya, dan Cinta-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang
beriman dan bertaqwa Kepada-Nya. Sehingga, Sifat kasih-Nya tidak pandang bulu,
kesemua, seperti konsep agama islam. Sangat mungkin, bahkan memang banyak
ibadah dalam Islam yang bersifat universal. Efek ibadahnya sama kesemua
makhluk, Cuma bedanya, antara makhluk yang beriman dan kafir, balasannya. Kalau
hamba-hamba-Nya yang beriman, akan dibalas di dunia dan di Akhirat, sedangkan
yang tidak beriman hanya akan terbalas didunia saja. Pernah ada suatu hadist
yang membedakan orang Islam dan selain islam dari ibadahnya, yang berbeda hanyalah
sholat. Sehingga ibadah-ibadah selainnya juga diamalkan pemeluk agama dan
kepercayaan lain. Puasa, haji, zakat, shodaqoh, dzikir, dll mungkin diamalkan
juga, siapa tahu?
Contoh ibadah
universal yang pertama yaitu Shodaqoh. Shodaqoh atau arti umumnya memberikan
barang berupa barang dhohir ( tampak ) dan bathin ( tak tampak ) darinya untuk
orang lain. Memberi harta, tenaga, makanan, ilmu, nasehat, kepunyaan seseorang kepada orang lain baik
mengharap maupun tidak. Shodaqoh dalam islam sangat disunnahkan dan dianjurkan.
Bahkan kadang hukumnya menjadi wajib ketika kita punya sesuatu yang berguna,
dan lingkungan sangat membutuhkan hal itu. Shodaqoh yang dilakukan non muslim
pun memberi manfaat seperti yang dilakukan muslim.salah satunya mereka menjadi
bahagia setelah memberi, sama. Mereka menjadi lancar rezeki dan bertambah,
sama. Mereka mendapat balas di dunia sama atau berkali-kali lipat digandakan.
Semua itu merupakan bukti bahwa sedekah itu berlaku universal. Contoh kedua
adalah puasa, puasa yang dilakukan kaum muslim itu rata2 14 jam dari imsya’
sampai magrib. Dibeberapa agama, puasa kadang sehari penuh, ada yang setengah
hari, ada kepercayaan tertentu, puasanya sama waktunya, hanya makanannya
tertentu, ada puasa tidak bersikap ( diam ), ada yang makannya sedikit sekali,
dan minumnya biasa. Disadari atau tidak, puasa itu menyehatkan. Saat puasa
detoksifikasi berjalan lancar bahkan lebih dibanding hari-hari biasa. Saat
puasa juga, organ-organ tubuh beristirahat. Puasa melatih mental, khususnya
keperdulian, lewat puasa kita akan ikut merasakan beban orang yang tidak punya,
yang sehari kadang makan dan tidak. Dan manfaat puasa itu bila diseriusi, doa
kita akan mudah terkabul. Dalam islam disebutkan ada 3 orang yang doanya tidak
tertolak : 1. Orang yang dianiaya, 2. Orang yang puasa, 3. Doa ibu kepada
anaknya. Saya rasa ketentuan itu berlaku umum, tidak khusus. Bukan orang yg
dianiaya yang islam, atau orang yang puasa yang islam. Cukup puasa, cukup
dianiaya. Orang jaman dahulu, yang kepercayaannya animisme dan dinamisme yang
kerap puasa, tirakat sehari-hari, doanya manjur, meskipun itu kadang doa
kutukan, doa-doa mereka manjur, sehat-sehat, dan kadang beberapa diantara
mereka sakti. Itu menandakan bahwa puasa manfaatnya berlaku umum. Ketiga,
mungkin disadari atau tidak, adalah Dzikir. Mengingat Allah, dengan menyebutkan
nama – namanya. Masalahnya Gusti Allah memiliki nama – nama buanyak selain
asmaul husna. Nama-nama Allah itu juga berbeda – beda di agama – agama samawi
yang lain. Dan kadang agama – agama bumi meniru agama samawi. Sehingga tak
heran kadang orang dengan kepercayaan lain, menyebutkan nama yang identik atau
berbeda yang artinya sama. Manfaat dzikir, salah satunya adalah doanya manjur.
Orang-orang kepercayaan lain juga mengamalkan dzikirnya sendiri, dan doa – doa
mereka juga manjur sama kayak kita. Yah
kurang lebih begitulah, dilain kesempatan saya akan menguraikannya lagi. Bahasa
tata tulis saya masih jelek banget, kapan2 kalo udah bagus tulisan ini saya perbaiki
dan saya tambahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar